Alfred Riedl Sosok Yang Luar Biasa Di Mata Ridwan Eks Persib Bandung

Selasa, 07 Desember 2021

Arenabola.id – Riedl dinilai sebagai pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengannya, hingga cerita ketegasan Riedl mencoret pemain bintang.

Eks pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, tutup usia pada Rabu (8/9), di negara asalnya, Austria. Kepergian Riedl membuat pencinta sepakbola Indonesia berduka, sebagaimana ia merupakan pelatih yang cukup membekas dengan Merah-Putih.

Dua final Piala AFF, 2010 dan 2016, digapai Riedl bersama Indonesia. Meski akhirnya Garuda hanya puas menjadi runner-up, namun Riedl mampu membuat semangat timnas begitu terasa di kalangan masyarakat, ketika sedang bermain.

Eks Persib Bandung dan timnas Indonesia, Ridwan, menilai Riedl adalah sosok pelatih yang luar biasa dan salah satu yang terbaik. Ia bercerita bagaimana Riedl punya sikap tegas dan selalu mengutamakan kepenting tim dibanding individu.

“Paling berkesan, salah satu pelatih terbaik yang pernah melatih saya. Nilai plus dari beliau sebagai pelatih adalah disiplin yang tinggi. Dia memandang semua pemain sama posisinya di satu tim, tidak ada yang anak emas,” urai Ridwan, yang kini menjadi pelatih.

“Seluruh pertandingan yang berkaitan dengan almarhum punya kesan yang begitu dalam. Pernah suatu saat Firman Utina sakit, beliau datang [menjenguk], menanyakan bagaimana kondisinya,” beber mantan pemain Sriwijaya FC ini.

Ridwan mengulas balik bagaimana ketegasan Riedl demi kepentingan tim. Sebagai informasi, Ridwan merupakan bagian dari skuad Piala AFF 2010 yang fenomenal. Kala itu, Riedl mencoret salah satu pemain karena dianggap tidak disiplin.

“Beliau berbicara punya rencana mencoret salah satu bintang sepakbola Indonesia, karena dipanggil timnas dan belum bergabung. Kami [pemain timnas] bilang ke Alfred, kenapa tidak menunggu? Dia nilai sulit, sudah ditunggu beberapa kali tidak datang, saya harus memikirkan yang lain, tidak hanya satu orang, tim bisa berantakan,” kisah Ridwan.

“Jika dilihat kasat mata sebenarnya, keputusan itu sayang sekali, mencoret topskorer, pemain bintang. Tapi beliau tidak melihat itu. Beliau ini sosok humoris, di dalam dan luar lapangan. Kelebihan beliau yang saya lihat, menjaga tim dari gangguan tim luar, bukan secara teknis, tapi psikologis, bebas dari pihak luar,” beber Ridwan.

Ya, Riedl yang juga pernah menukangi timnas Vietnam dianggap Ridwan sebagai sosok yang protektif kepada kondusivitas tim di luar lapangan. Ia bukan hanya sebagai pelatih hebat, tapi juga pribadi yang simpatik. Ridwan banyak belajar dari Riedl, untuk diaplikasikan sebagai pelatih saat ini, bersama tim junior PSIS.

“Ilmu yang banyak terutama ilmu di luar teknis, cara berkomunikasi pola pendekatan, kedisiplinan, bagaimana mengatur psikologi, memahami psikologi pemain, saya terapkan juga di tim PSIS,” tutup Ridwan.

Hal Menarik Lainnya