Arema FC Siapkan Strategi Atasi Jalur Darat

By Editor-B - pada 10th Sep 20 1:10 pm

Arenabola.id – Duel melawan Persita di Tangerang menjadi jarak terjauh yang harus ditempuh Arema.

Manajemen Arema FC mengaku telah mempersiapkan strategi untuk menghindari pemain mengalami kelelahan sebagai dampak menjalani laga tandang dengan menempuh jalur darat di lanjutan Liga 1 2020.

Lanjutan kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia ini bakal menerapkan kebijakan baru untuk menyesuaikan situasi dan kondisi, mengingat liga digelar di tengah pandemi virus Corona.

Salah satu kebijakan itu menyebutkan klub harus menggunakan bus saat menjalani laga tandang, karena pertandingan disentralisasi di Pulu Jawa. Jalur darat menjadi pilihan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus bila menggunakan pesawat terbang.

Manajer umum Ruddy Widodo mengutarakan, manajemen Arema tidak mempermasalahkan tim harus menggunakan bus, meski dipastikan bakal menghabiskan banyak waktu di perjalanan, dan jadwal pertandingan yang mepet. Duel melawan Persita Tangerang di Stadion Sport Center Kelapa Dua menjadi jarak terjauh, karena dapat menghabiskan waktu 11 hingga 12 jam.

“Solusinya, kalau biasanya untuk laga away yang jauh kami berangkat H-2, sekarang dimajukan keberangkatan tim pada H-3. Kalau masih di Jawa Timur mungkin H-1 berangkatnya,” jelas Ruddy dinukil laman Wearemania.

“Kami akan merembuk hal ini dengan tim, karena mereka yang menjalani, manajemen Arema hanya menuruti mereka. Kalau jalur darat, solusi kami selain berangkat lebih awal adalah langsung pulang setelah tanding. Misalkan main sore, malamnya kami sudah harus bertolak agar lebih cepat istirahat di Malang.”

Sementara itu, meski telah mengikuti latihan tim, kepastian Elias Alderete bertahan masih menjadi tanda tanya. Manajemen telah memberikan tengat waktu sampai awal September kepada Alderete untuk menandatangani pembaharuan kontrak, namun diperpanjang hingga pelatih anyar tiba di Malang.

Jajaran pelatih berharap Elias Alderete segera menandatangani pembaharuan kontrak, karena tenaga pemain asing itu sangat dibutuhkan tim setelah kehilangan Jonathan Bauman dan Oh Inkyun.

“Saat ini kami masih butuh tenaga Elias, karena belum tentu kami bisa menggantinya dengan pemain asing baru kalau kami melepas dia. Sebab, regulasinya belum jelas,” ucap asisten pelatih Kuncoro.

Kuncoro menambahkan, walau Alderete bukan striker murni, pemain asal Argentina ini mempunyai kelebihan mampu membuka ruang di pertahanan lawan, sehingga dapat dijadikan kesempatan bagi pemain lain dalam mencetak gol.

“Elias memang tipenya bukan striker target man yang statis di kota penalti, dia lebih suka membuka ruang. Sekarang tinggal bagaimana kami bisa memanfaatkan kelebihannya itu sebagai sebuat keuntungan bagi tim,” beber Kuncoro.

Hal Menarik Lainnya