Dilema Bek Sentral Liverpool – Apakah Virgil Van Dijk, Joe Gomez & Joel Matip Cukup Untuk Jurgen Klopp?

Jumat, 07 Mei 2021

Arenabola.id – The Reds memiliki harapan tinggi pada Billy Koumetio yang baru 17 tahun, tetapi apakah mereka perlu terjun ke pasar transfer sebelum jendela ditutup?

Ini adalah serangkaian Tweet yang membuat para penggemar Liverpool berdebar-debar. “Phillips menggantikan Van Dijk, yang keluar karena cedera,” bunyi tulisan itu.

Deg!

Tapi untungnya Jurgen Klopp dan pendukungnya bisa santai. ‘Cedera’ Virgil van Dijk bukanlah yang serius; itu hanya luka di wajah setelah bertabrakan dengan Rasmus Kristensen, bek Salzburg, selama paruh kedua laga uji coba hari Selasa di Austria.

“Sepertinya dia punya tindik!” kata Klopp yang tersenyum setelah itu, mengonfirmasi bahwa pemain Belanda itu akan baik-baik saja untuk Community Shield pada Sabtu nanti melawan Arsenal di Wembley. “Itu tidak keren, tapi tidak akan ada masalah,” tambahnya.

Tentunya tidak perlu panik karena musim Liga Primer yang baru akan dimuai dua minggu lagi, tetapi jika Anda ingin tahu di mana letak kekurangan Liverpool, maka ini adalah tempat yang layak untuk mulai bercerita.

The Reds memulai dengan pasangan bek sentral pilihan pertama mereka melawan Salzburg, Van Dijk bersama Joe Gomez, tetapi mereka menuntaskannya dengan duet Nat Phillips dan Billy Koumetio, pemain Prancis berusia 17 tahun yang telah dipromosikan ke tim utama pada musim panas ini.

Kredit untuk duo yang tidak berpengalaman itu, mereka ustru yang menjaga clean sheet saat Liverpool bangkit dari ketinggalan 2-0 untuk memaksakan hasil imbang 2-2. Koumetio, khususnya, terlihat menjanjikan, kuat di udara, dan tenang di darat. Jika dia berkembang sebanyak yang diharapkan klub, dia akan memiliki peluang.

Itu untuk jangka menengah dan panjang. Dalam jangka pendek, Liverpool memiliki kekurangan pada perlindungan pertahanan.

Cederanya Joel Matip – dia akan absen di Community Shield dan diragukan tampil di laga pembuka liga melawan Leeds – dan penjualan Dejan Lovren ke Zenit St Petersburg membuat Klopp mengandalkan Van Dijk dan Gomez untuk menghindari masalah. Pantas saja pemain Jerman itu, setidaknya untuk sesaat, terlihat begitu cemas ketika Van Dijk menghantam geladak.

Liverpool sendiri telah menambahkan satu bek baru, bek kiri Kostas Tsimikas, ke skuad mereka, tetapi ada sedikit indikasi pada tahap ini bahwa mereka akan menargetkan bek tengah baru sebelum jendela transfer ditutup pada awal Oktober.

Mereka menyukai Ben White, yang tampil mengesankan dengan status pinjaman di Leeds dari Brighton musim lalu, tetapi valuasi lebih dari £30 juta ($39 juta) membuatnya tersisih.

Mungkin Ben lainnya – Godfrey, dari Norwich – yang lebih masuk akal didapat, sekalipun pemain berusia 22 tahun itu adalah bagian dari pertahanan yang kebobolan 75 gol di Liga Primer musim lalu.

Kembalinya Matip jelas akan membantu, walau riwayat cederanya menunjukkan Liverpool akan kehilangan dia lagi di beberapa titik musim depan.

Pemain internasional Kamerun itu hanya bermain 13 kali musim lalu, dan baik dia maupun Gomez tidak pernah mencapai 30 pertandingan liga dalam satu musim sejak pindah ke Anfield – meskipun Gomez tampil 43 kali di semua kompetisi selama 2019/20.

Sulit rasanya bagi Phillips, yang telah menginjak usia 23 pada Maret lalu dan berakhir di bangku cadangan di klub 2. Bundesliga Stuttgart musim lalu, akan bertahan saat jendela transfer ditutup.

Klopp menyukai karakter dan penampilannya, dan dia bermain mengagumkan ketika mewujudkan kemenangan Piala FA atas Everton pada Januari, tetapi Liverpool siap untuk meminjamkannya dan menduga akan ada minat yang kuat dari Championship untuk mantan pemain Bolton itu.

Sementara itu, bakat Koumetio adalah hal yang jelas, tetapi di usia 17 dia masih harus menempuh jalan panjang sebelum siap untuk aksi reguler di tim utama.

Hal yang sama berlaku untuk Ki-Jana Hoever dan Sepp van den Berg, yang akan terus membagi waktu latihan mereka antara skuad senior dan U-23, dan yang mungkin membutuhkan pinjaman untuk mempertajam naluri pertahanan dan meningkatkan atribut fisik mereka.

Morgan Boyes, pemain reguler di level U-23, telah dikirim ke Fleetwood dengan kontrak selama satu musim.

Klopp tentu lebih tahu dari kebanyakan orang soal betapa sulitnya menemukan bek tengah berkualitas tinggi. Butuh pengejaran yang panjang, dan sedikit kesusahan jangka pendek, untuk mendapatkan Van Dijk pada 2018, selagi satu-satunya pemain senior mereka lainnya di area itu adalah Matip, transfer gratis, dan Ragnar Klavan, pembelian jangka pendek dengan biaya rendah, di tahun 2016.

Klopp pernah memindah posisi Fabinho, seorang gelandang, sebagai pelindung pertahanan di masa lalu – dan siapa yang bisa melupakan hari ketika Emre Can dan Gini Wijnaldum menjadi starter di tiga bek di Brighton pada 2017? – tapi itu adalah tindakan darurat.

Di 2020, apakah Liverpool dan statusnnya sebagai juara Liga Primer harus melewati hal semacam itu?

Untuk klub dengan ambisi seperti mereka, ini akan menjadi pertaruhan serius untuk memasuki musim baru, menimbang segala kerumitan dan semua tekanannya, jika hanya punya tiga bek tengah spesialis.

Keluarnya Lovren mungkin tidak disayangkan, tetapi itu pasti akan meninggalkan celah, yang sebaiknya diisi oleh Liverpool sebelum jendela ditutup.

Waktu sekarang terus berdetak.

Hal Menarik Lainnya