James Rodriguez, Allan & Carlo Ancelotti: Sanggupkah Wajah Baru Everton Tembus Enam Besar Liga Primer Inggris?

By Editor-B - pada 14th Sep 20 8:35 am

Arenabola.id – Everton melakukan transfer signifikan pada musim panas ini dan juga punya manajer kelas dunia, dan hal itu lantas melambungkan harapan suporter.

Akankah Everton benar-benar meraih sukses seperti yang diharapkan pada musim ini?

Well, pekan ini terbilang bagus untuk suporter The Toffees. Pekan yang menarik, dengan masuknya rekrutan baru dan harapan baru, yang kemudian meningkatkan optimisme dan ambisi klub.

Sekarang waktunya untuk sepakbola.

Tim arahan Carlo Ancelotti akan memulai kampanye Liga Primer Inggris di markas Tottenham Hotspur pada Minggu (13/9) malam WIB ini. Itu adalah awalan yang sulit untuk musim yang menantang, namun juga menjadi ujian bagus melawan tim yang ingin mereka kejar dan lewati dalam beberapa bulan mendatang.

Everton sendiri finis di urutan ke-12 musim lalu, hasil liga terendah mereka sejak 2003/04, di mana waktu itu mereka mengakhiri kompetisi di urutan ke-17 di bawah arahan David Moyes. Mereka mengakhiri kampanye kemarin dengan buruk, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan terakhir dan tidak membuat siapa pun terkesan dengan kinerja mereka.

“Kami tidak senang, tapi kami harus melihat ke depan,” kata Ancelotti setelah kekalahan kandang 3-1 dari Bournemouth yang terdegradasi di hari terakhir musim 2019/20. Dia meratapi kurangnya motivasi dan konsistensi, dan menekankan perlunya pemain baru jika Everton ingin bersaing di papan atas klasemen.

Sejauh ini, sangat bagus, untuk urusan tersebut.

Dalam waktu empat hari, Ancelotti telah berhasil merombak total opsi lini tengahnya, menambahkan dorongan, kekuatan, pengalaman, dan, dalam diri James Rodriguez, mereka akhirnya punya kualitas bintang.

Ditebus di angka sekitar £22 juta ($28,5 juta), pemain internasional Kolombia itu mewakili pertaruhan yang telah diperhitungkan oleh Ancelotti dan direktur sepakbola Marcel Brands. James adalah seorang pemain dengan kemampuan yang tidak perlu dipertanyakan dan potensi kelas dunia, yang membutuhkan seorang manajer untuk membimbingnya dan panggung untuk bersinar.

Ancelotti mengenalnya lebih baik dari kebanyakan orang. Dia adalah manajer Real Madrid ketika James, yang baru saja tampil gemilang di Piala Dunia 2014, pindah ke Spanyol, dan mereka juga sempat bekerja sama di Bayern Munich.

“Dia [Ancelotti] adalah alasan besar untuk [saya] datang ke sini,” kata James setelah menandatangani kontrak awal dua tahun, dengan opsi untuk musim berikutnya.

Pemain berusia 29 tahun itu seharusnya datang dengan kondisi bugar setelah  hanya bermain 14 kali di semua kompetisi untuk Madrid pada gelaran kemarin. Dia terakhir kali menjadi starter untuk Los Blancos melawan Real Sociedad pada Juni, tetapi sebelumnya tidak pernah tampil di pertandingan papan atas Spanyol sejak Oktober tahun sebelumnya.

Ancelotti, bagaimanapun, hanya melihat sisi positifnya. “Semua orang tahu dia adalah pemain yang fantastis dengan banyak kualitas dan banyak kemampuan untuk membuat assist bagi para penyerang,” katanya. Dia membayangkan James akan menyediakan jalur pasokan untuk dua pemain depannya, Dominic Calvert-Lewin dan Richarlison yang sejauh ini mengesankan.

Kurangnya kreativitas Everton di lini tengah bisa dilihat semua orang musim lalu, tetapi kedatangan James harusnya, jika semuanya berjalan sesuai rencana, menyelesaikan masalah itu. Lebih jauh, masuknya Allan Marques Loureiro dan Abdoulaye Doucoure dapat menambah semangat, energi dan soliditas yang sangat kurang dalam beberapa musim terakhir.

Keduanya adalah pilihan Ancelotti. Allan merupakan pemain andalannya di Napoli – “pendapat pribadi saya adalah bahwa dia adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia,” katanya setelah menyelesaikan transfer tersebut – sementara Doucoure telah membangun reputasi yang luar biasa selama empat musim di Liga Primer bersama Watford, di mana dia membuat hampir 150 penampilan.

Rekrutmen Everton dalam beberapa tahun terakhir sangat buruk. Skuad mereka masih menanggung bekas luka dari sejumlah transfer yang dinilai buruk dan perubahan manajerial yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka sekarang perlu melepas pemain. Sosok seperti Mo Besic (didatangkan di era Roberto Martinez), Yannick Bolasie dan Sandro Ramirez (Ronald Koeman), Cenk Tosun (Sam Allardyce) dan Fabian Delph (Marco Silva) semuanya tersedia untuk dijual, sementara penawaran apa pun akan didengar untuk Gylfi Sigurdsson, Tom Davies dan Theo Walcott.

Jean-Philippe Gbamin, transfer senilai £25 juta ($32 juta) di era Silva musim panas lalu, masih absen karena cedera, dengan ia hanya berhasil tampil satu kali sebagai starter untuk klub dalam 13 bulan. Keberuntungan Everton seburuk penilaian mereka.

Bek sentral baru tentu dibutuhkan – Ancelotti akan mengejar transfer pinjaman untuk bakat Chelsea Fikayo Tomori – selagi mereka akan melihat apakah pemain seperti Moise Kean, Alex Iwobi dan Andre Gomes bisa membenarkan harga besar yang dibayarkan pada tahun lalu.

Hal yang sama berlaku untuk kiper Jordan Pickford, pemain rekrutan Koeman yang penampilannya musim lalu mengkhawatirkan. Ancelotti telah berbicara secara pribadi dengan pemain nomor 1 Inggris itu, yang akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri dan menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan untuk menyamai egonya.

Everton masih terlihat kurang di area lain – terutama di lini serang – tetapi mereka memiliki harapan tinggi untuk pemain muda seperti gelandang lokal Anthony Gordon dan bek Jarrad Branthwaite, yang direkrut dari Carlisle pada Januari dan terkesan saat dimainkan di lini belakang musim lalu. Striker pencetak gol seperti Ellis Simms, 19, adalah pemain lain yang harus diperhatikan.

Dapat dimengerti bahwa setiap optimisme seputar klub harus diperlakukan dengan hati-hati. Suporter sudah pernah berada di situasi itu sebelumnya, dengan Martinez, dengan Koeman dan dengan Silva – kita juga akan mengabaikan eksperimen Allardyce, oke? – dan mereka akan bersikap bijak setelah belajar dari tahun-tahun yang lalu.

Dengan Ancelotti kini di tampu kepemimpinan, lini tengah yang didesain ulang dan dengan masuknya superstar Kolombia James, Everton sekarang harus melihat ke atas, bukan lagi ke bawah, menuju musim baru.

Hal Menarik Lainnya