Keluh Kesah Frank Lampard Setelah Belasan Pemain Chelsea Sempat Dikarantina Selama Pramusim

By Editor-B - pada 14th Sep 20 9:46 am

Arenabola.id – The Blues tak jarang gagal menurunkan skuad terbaiknya untuk sesi latihan, selagi musim baru akan dimulai melawan Brighton pada awal pekan ini.

Frank Lampard mengungkapkan bahwa Chelsea memiliki sepuluh atau lebih pemain yang dipaksa menjalani karantina selama pramusim.

Saat The Blues meningkatkan persiapan untuk memulai musim baru, beberapa pemain termasuk Christian Pulisic, Tammy Abraham, Mason Mount, Fikayo Tomori dan Emerson Palmieri diharuskan mengisolasi diri di tengah pandemi Covid-19.

Sejumlah pemain terpaksa melewatkan satu-satunya pertandingan persahabatan pramusim Chelsea sebagaimana klub asal London itu memiliki waktu hanya sebulan sebelum bertanding di musim baru Liga Primer 2020/21.

Saat Chelsea bersiap untuk memulai kampanye Liga Primer mereka pada Selasa (15/9) dini hari WIB nanti melawan Brighton, manajer The Blues Lampard mengkritik keputusan UEFA untuk menempatkan pertandingan Nations League menjelang musim baru dan merinci persiapan pramusim klubnya yang belum selesai.

“Itu mengganggu,” kata Lampard di sesi konferensi pers via Zoom kepada wartawan. “Dalam banyak hal, saya sangat beruntung. Saya tahu kami membawa pemain yang ingin kami bawa dan kami sudah memiliki skuad yang kuat di sini.

“Tapi kami memiliki banyak [pemain yang] dikarantina, saya pikir pada satu titik itu mencapai dua digit. Jadi itu menghentikan banyak sesi latihan yang bisa kami lakukan di minggu pertama dan kemudian saya kehilangan hampir semua pemain untuk jeda internasional sehingga saya tidak bisa bekerja dengan mereka.

“Jadi Anda harus bergantung pada tim dan pertandingan internasional untuk membuat mereka fit. Saya memiliki hubungan yang baik dengan semua manajer dari para pemain yang pergi seperti itu jadi itu tidak masalah, tapi kami sebenarnya belum memiliki mereka, para pemain.

“Ini sulit tetapi kami harus melupakan itu, sudah selesai, kita sekarang bersama-sama. Kami tahu apa yang ada di depan kami, kami tahu pertandingan apa yang akan datang, kami sangat bersemangat untuk memulai dan itu menghadirkan perasaan yang baik. Itulah perasaan yang saya miliki dan saya pikir itulah perasaan yang dimiliki skuad.”

Sementara itu, banyak pemain Liga Primer menemukan diri mereka dalam situasi yang mirip dengan penggawa Chelsea. Meskipun tidak ada tuduhan melanggar aturan, pemain yang pergi berlibur telah menyebabkan beberapa orang terjangkit Covid-19 dan memaksa banyak lainnya menjalani karantina.

Inggris baru-baru ini mengalami masalah karena Mason Greenwood dan Phil Foden dipulangkan setelah melanggar aturan lockdown di Islandia.

Lampard telah mengingatkan timnya tentang tanggung jawab menjelang musim baru sebagaimana ia melihat orang-orang di Inggris Raya yang cenderung santai menanggapi pandemi ini.

“Saya sudah membahasnya dengan para pemain,” tambahnya. “Saya pikir itu adalah sesuatu yang kita semua perlu atasi; ini adalah saat yang aneh dalam kehidupan semua orang selama beberapa bulan terakhir.

“Kita telah melihatnya dengan cara pemerintah berbicara lewat beberapa kata dan pesan yang keluar dalam seminggu terakhir, dan saya pikir penting bagi kita semua untuk kembali berkaca sedikit menimbang sifat manusia yang sedikit santai saat situasinya berubah.

“Kita semua akan melakukan yang terbaik. Kita semua tahu situasi yang kita hadapi, prosedur dan protokolnya dan kami akan mencoba untuk mematuhinya sebanyak yang kami bisa dengan mempertimbangkan olahraga kontak fisik yang kami lakukan.”

Hal Menarik Lainnya