PSSI: Kasus Ezra Walian Bukti Naturalisasi Tak Bisa Sembarangan

Jumat, 07 Mei 2021

Arenabola.id – PSSI menyanggah akan menaturalisasi beberapa pemain muda Brasil. Pengalaman pahit dari masalah Ezra Walian sebab tertahan ketentuan FIFA jadi faktanya.

Selama ini telah ada lima pemain muda asal Brasil yang menyebar di Persija Jakarta, Arema FC, serta Madura United. Mereka ialah Thiago Apolina Pereira, Maike Henrique Irine De Lima, Hugo Guilherme Corre Grillo, Pedro Henrique Bartoli, serta Robert Junior Rodrigues Santos.

Tidak ada satupun dari ke-5 pemain itu yang memiliki darah turunan Indonesia. Jadi, ke-5 pemain itu harus dinaturalisasi untuk menguatkan Tim nasional Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021.

Nah, PSSI akui akan susah untuk merealisasikan naturalisasi lima pemain itu. Dengan cara hukum negara serta ketentuan FIFA, ke-5 pemain dari Brasil itu tertahan ketentuan untuk memperoleh posisi Masyarakat Negara Indonesia (WNI) serta jadi pemain Tim nasional Indonesia.

Permohonan mengajukan jadi WNI ditata dalam UU No 12 Klausal 9 Tahun 2006. Mengenai beberapa ketentuan salah satunya adalah; sudah berumur 18 tahun, telah tinggal lima tahun atau paling singkat 10 tahun tidak beruntun, dapat berbahasa Indonesia, sampai melepas kewarganegaraan lamanya.

Sedang peralihan negara/Tim nasional ditata dalam Statuta FIFA berkaitan FIFA Eligibility Rules di klausal 7. Ada empat ketentuan disana; Pemain lahir di negara berkaitan, salah satunya orangtua kandung pemain lahir di negara itu, kakek atau nenek si pemain lahir di negara itu, serta pemain sudah tinggal di negara itu semasa lima tahun, terhitung waktu umurnya capai 18 tahun.

Dengan cara hukum negara serta ketentuan FIFA di atas, susah rasa-rasanya buat ke-5 pemain itu jadi WNI/bela Tim nasional Indonesia. Dengan fakta-alasan itu PSSI menyanggah info naturalisasi beberapa pemain Brasil.

Ketentuan FIFA di atas sempat melumpuhkan Ezra Walian tampil di Kwalifikasi Piala Asia U-23 2019. Penyebabnya, sebab Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) kirim memorandum ke AFC jika Ezra sempat tampil di Kwalifikasi Piala Eropa U-17 2014 bersama-sama Tim nasional Belanda U-17.

Dengan fakta itu, PSSI tidak ingin mengulang-ulanginya dengan menaturalisasi lima pemain muda Brasil yang barusan tiba dengan cara bertepatan ke Indonesia. Pelatih Tim nasional Indonesia Shin Tae-yong awalnya telah akui bertambah memprioritaskan pemain turunan, bukan naturalisasi.

“Kita punyai pengalaman pahit, ada peraturan FIFA yang perlu dipatuhi jadi tidak dapat asal-asalan (naturalisasi). Tetapi memang benar ada kemauan dari asosiasi membuat Tim nasional Indonesia sebaik-baiknya tetapi secara betul,” kata Direktur Tehnik PSSI Indra Sjafri waktu menyanggah rumor naturalisasi.

“Misalnya, masalah Ezra Walian, PSSI mengapa tidak mengatur? Tidak dapat diurus! Sebab harus menanti 2 tahun. Jadi jangan dituding PSSI mengapa tidak urus Ezra, sebab rules-nya memang demikian,” katanya memberikan tambahan.

Ditambahkan Indra Sjafri, ras bukan agunan jadi jagoan Tim nasional U-19 di Piala Dunia U-20 akan datang. Kualitas si pemain sendiri yang bisa menjadi penilaian.

“Yang masuk Tim nasional itu bukan yang hidungnya mancung, rambut coklat, bukan ia yang lokal. Yang pasti harus punyai paspor Indonesia. Sebab tanpa ada paspor Indonesia ia tidak dapat main di moment AFC atau FIFA,” sebut Indra Sjafri.

Hal Menarik Lainnya