Sempat Dihukum Berat, City Taruh Dendam ke UEFA?

Senin, 26 Oktober 2020

Arenabola.id – Manchester City pernah disanksi berat UEFA, berkaitan pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Apa The Citizens meletakkan sakit hati ke perkumpulan sepakbola Eropa itu?

City pernah disanksi UEFA berbentuk larangan bertanding di tempat Internasional semasa 2 tahun serta denda 30 juta euro pada Februari. Team yang dipunyai taipan Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan itu, dipandang merekayasa dana sponsor pada musim 2012 sampai 2016.

City tidak menyerah. Berasa tidak melakukan perbuatan demikian, mereka ajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), serta pada akhirnya pada Juli lalu bandingnya diterima.

Khaldoon Al Mubarak, Chairman City, akui tidak meletakkan sakit hati ke UEFA atas sangsi yang pernah diberikannya. Dia memperjelas kemauan City memenangkan Liga Champions tetap besar.

“Hidup ini begitu singkat untuk meletakkan sakit hati. Ini salah satu pertandingan paling berprestise di dunia olahraga, serta pertandingan yang ingin kami menangi. Ini pertandingan yang perlu kami hormati supaya bisa menang,” kata Khaldoon, seperti dikutip BBC.

“Ini ialah rintangan, di belakang kami. Saya konsentrasi pada satu hal: bagaimana saya dapat menolong club berkompetisi di pertandingan ini serta memenanginya, dan bagaimana punyai jalinan yang bernilai dengan UEFA. Saya pikirkan itu salah satu jalan untuk meneruskannya,” tuturnya.

Selesai menang banding, City dinyatakan dapat bertanding di tempat Liga Champions musim 2020/2021 serta 2021/2022. Team garapan Pep Guardiola itu dapat kembali lagi memenanginya, sesudah tersisih di set perempatfinal pada musim 2019/2020.

Menyongsong musim depan, City sendiri telah bergerak di bursa transfer panas musim ini. Team Biru Langit melepas Leroy Sane ke Bayern Munich, serta memperoleh Ferran Torres dari Valencia untuk substitusinya.

Hal Menarik Lainnya