Tempeleng Alvaro Gonzalez, Neymar: Saya Bertingkah Seperti Orang Bodoh

By Editor-B - pada 15th Sep 20 11:25 am

Arenabola.id – Neymar terlihat emosi dan menempeleng Gonzalez saat PSG kalah dari Marseille karena merasa jadi korban rasisme.

Neymar mengakui dirinya menyesal telah “bertingkah seperti orang bodoh” hingga mendapatkan kartu merah pada Senin (14/9) dini hari WIB, namun sang bintang Paris Saint-Germain mengatakan pentingnya memerangi rasisme dalam olahraga usai terlibat konflik dengan Alvaro Gonzalez.

Sang superstar PSG menuduh Gonzalez mengucapkan kata-kata rasisme kepadanya saat kalah dari Marseille di Parc des Princes, dengan lima pemain dikartu merah karena terlibat dalam keributan di akhir pertandingan.

Neymar menggunakan Twitter selepas pertandingan untuk mengatakan bahwa satu-satunya penyesalan dirinya adalah “tidak memukul wajah bajingan itu”, sementara Gonzalez membantah klaim telah melakukan pelecehan rasial terhadap penyerang Brasil tersebut.

PSG mengambil sikap dengan mendukung Neymar, yang merilis pernyataan panjang pada Senin (14/9), menambahkan bahwa sang pemain sekarang menyesal telah memanaskan situasi di lapangan.

“Kemarin saya memberontak. Saya dihukum dengan kartu merah karena saya ingin memukul orang yang menyinggung saya,” kata Neymar.

“Saya pikir saya tidak bisa pergi tanpa melakukan sesuatu karena saya menyadari bahwa mereka yang bertanggung jawab tidak akan melakukan apa-apa, tidak memperhatikan atau mengabaikan fakta. Selama pertandingan, saya ingin menjawab seperti biasa: bermain sepakbola. Fakta menunjukkan bahwa saya tidak berhasil. Saya memberontak…”

“Dalam olahraga kami, agresi, penghinaan, sumpah serapah adalah bagian dari permainan, juga perselisihan. Anda tidak bisa menyadi penyayang. Saya sebagian dari orang ini, semua adalah bagian dari permainan, namun rasisme dan intoleransi tidak dapat diterima.”

“Saya berkulit hitam, anak dari orang berkulit hitam, cucu dan cicit dari orang berkulit hitam. Saya bangga dan tidak melihat diri saya berbeda dari siapa pun. Kemarin, saya ingin mereka yang bertanggung jawab atas permainan [wasit, asisten wasit] memposisikan diri secara tidak memihak dan untuk memahami bahwa tidak ada lagi tempat untuk berprasangka buruk.”

“Bercermin dan melihat semua manifestasi dari apa yang terjadi, saya sedih dengan perasaan benci yang bisa kami munculkan ketika, dalam situasi panas, kami meledak.”

“Haruskah saya mengabaikannya? Saya tidak tahu… Hari ini, dengan kepala dingin, saya mengiyakan, namun pada waktunya, saya dan rekan saya meminta bantuan wasit dan kami diabaikan. Itulah intinya!”

“Kami yang terlibat dalam hiburan ini perlu merenung. Sebuah tindakan yang menimbulkan reaksi dan muncul di tempat kejadian. Saya menerima hukuman saya karena saya seharusnya mengikuti aturan sepakbola yang bersih. Saya berharap, di sisi lain, bahwa para pelanggar juga harusnya dihukum.”

“Rasisme ada. Itu nyata, tapi kita harus menghentikannya. Tidak boleh ada lagi. Cukup!”

“Orang itu bodoh. Saya juga bertingkah seperti orang bodoh karena membiarkan diri saya terlibat dalam situasi itu… Saya masih memiliki keistimewaan untuk menegakkan kepala hari ini, tapi kita semua perlu memikirkan bahwa tidak semua orang kulit hitam dan putih berada pada kondisi yang sama.”

“Dampak buruk dari konfrontasi itu bisa menjadi bencana bagi kedua pihak. Entah Anda berkulit hitam atau putih, saya tidak mau dan kita dan seharusnya tidak boleh mencampur adukkannya. Warna kulit bukan pilihan kita. Di hadapan Tuhan, kita semua sama.”

“Sekarang, kemarin, saya kalah dalam pertandingan dan saya kurang bijaksana. Berada di tengah situasi itu atau mengabaikan tindakan rasisme tidak akan membantu. Saya tahu. Tapi melakukan gerakan ‘antirasisme’ ini adalah kewajiban kita sehingga mereka yang menjadi korban akan secara alami menerima pembelaan mereka.”

“Kami akan bertemu lagi dan itu akan menjadi cara saya: bermain sepakbola. Tetap dalam damai! Tetap dalam damai! Anda tahu apa yang Anda katakan… Saya tahu apa yang saya lakukan. Lebih banyak cinta bagi dunia.”

PSG mengalami kekalahan dalam dua laga pertama mereka di Ligue 1 musim 2020/21 dan akan menghadapi Metz pada Kamis (18/9) dini hari WIB.

Hal Menarik Lainnya