Tottenham Hotspur Kehilangan Identitas dan Tak Tahu Harus Bagaimana

By Editor-B - ON 11th Mar 20 10:13 pm

Arenabola.id – Tottenham Hotspur tersisih dari Liga Champions usai ditaklukkan RB Leipzig. Tim polesan Jose Mourinho itu kehilangan identitas dan tak menemukan jalan keluar.

Tottenham kalah 0-3 dari Leipzig dalam pertandingan putaran kedua babak 16 besar Liga Champions di Red Bull Ajang, Rabu (11/3/2020) dini hari WIB. Kekalahan itu memastikan The Lilywhites tersingkir dengan agregat 0-4.

Kekalahan itu memperpanjang hasil buruk Tottenham. Team London Utara itu tanpa mengalami kemenangan di enam laga, dengan lima kekalahan dan sekali imbang.

Secara komposisi tim, keadaan Tottenham memang sedang pincang. Mereka tidak memiliki striker karena Harry Kane, Son Heung-min, dan Steven Bergwijn sedang cidera.

Tetapi yang disoroti malah bagaimana Jose Mourinho jadi manajer tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi ini. Eks penjaga gawang timnas Inggris Robert Green menyorot Tottenham yang sudah kuselitan menyerang, tetapi tidak lantas memperkuat pertahanan.

Green yang menyaksikan langsung penampilan Tottenham di Jerman menilai, seharusnya Mourinho bisa fokus meredam Leipzig dan mencari peluang dari serangan balik. Tap pada prosesnya mereka justru malah kecolongan di 10 menit pertama dan itu jadi masalah serius.

“Sudah ada banyak pembicaraan mengenai minimnya opsi posisi penyerang Tottenham, tetapi rapuhnya pertahanan merekalah yang terekspose saat ini. Melawan Leipzig, ceritanya sama,” papar mantan penjaga gawang West Ham United yang dikutip dari BBC.

“Spurs kehilangan identitas mereka dan tidak menemukan langkah yang efisien untuk bermain ketika Harry Kane dan Son Heung-min cidera. Tentu saja itu berarti mereka tidak dapat menurunkan tim terbaik, tapi kalau Anda kehilangan penyerang maka Anda berpikir ‘Oke, kami harus meracik ulang tim ini’.”

“Satu cara untuk melakukan itu adalah jadilah tim yang sulit ditaklukkan, namun Spurs malah melakukan yang sebaliknya dalam beberapa pekan terakhir. Mereka kebobolan dulu di begitu banyak pertandingan.”

“Mereka seharusnya buat frustrasi tim-tim lawan. Bahkan melawan Leipzig, ketika mereka tertinggal di leg pertama, aku fikir mereka akan berusaha menjaga peluang lolos selama mungkin.”

“Alih-alih, mereka tertinggal 0-1 setelah 10 menit dan harapan untuk menginjak perempatfinal pada dasarnya berakhir ketika kebobolan lagi tak lama kemudian,” imbuhnya.

 

Lihat juga > Liverpool Kini Bisa Kunci Gelar Juara Liga Tanpa Main